Bangkitkan Kejayaan Jeruk Malangke Melalui KEDAIREKA, Pemda Lutra Gandeng Unanda

Bangkitkan Kejayaan Jeruk Malangke Melalui KEDAIREKA, Pemda Lutra Gandeng Unanda
Taruna Shafa Arzam. (Foto: Ist).

KabarMakassar.com -- Bangkitkan kejayaan jeruk Malangke, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Utara (Lutra) melalui Dinas Pertanian menggandeng Universitas Andi Djemma (Unanda).

Pemda Lutra dan Unanda melakukan usulan bersama melalui platform KEDAIREKA untuk me-revegetasi tanaman, penguatan kapasitas petani untuk mengenali karakter lingkungan tumbuh dan kultur teknis budidaya tanaman jeruk yang spesifik lokasi dan kelembagaan kelompok tani.

Dilansir dari website Pemda Lutra, Perwakilan Unanda, Taruna Shafa Arzam mengungkapkan, melalui program ini diharapkan kejayaan jeruk malangke dapat kemabali.

"Melalui program ini diharapkan dapat memantik kita semua, baik pemerintah, petani sebagai penerima manfaat maupun perguruan tinggi, untuk mengembalikan kejayaan jeruk di Kecamatan Malangke," ungkapnya.

Program ini merupakan kegiatan matching fun (penggabungan biaya) antara Universitas Andi Djemma (mewakili DIKTI) dan Dinas Pertanian sebagai DUDI dengan menyiapkan anggaran dalam bentuk in-kind dan in-case.

Program ini berakhir dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dimotori langsung oleh Dinas Pertanian untuk menggali informasi masalah-masalah dalam pengembangan kembali jeruk di Malangke agar dapat dirumuskan siapa bekerja apa, dan apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan.

Di luar program KEDAIREKA, Pemda Luwu Utara juga berkolaborasi dengan Universitas Andi Djemma dalam memetakan mutu jeruk yang tersebar di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat yang mulai berproduksi kembali.

Pemetaan ini merupakan kajian yang dapat dijadikan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah untuk pengembangan jeruk di Malangke dan Malangke Barat, sekaligus pertimbangan bagi petani sebagai penerima manfaat untuk dapat memilih cultivar apa yang ingin diusahakan, dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, sosial, lingkungan tumbuh dan kesiapan teknologi dari hulu sampai dengan hilirisasi produk.

Diharapkan semua pihak dapat bahu-membahu dalam pengembangan kembali jeruk Malangke, termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah Pusat.

Untuk diketahui, jeruk malangke merupakan jenis Siam yang pernah menjadi lokomotif pembangunan ekonomi dan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Malangke. Namun, sejak serangan CVPD populasinya telah berkurang. Bahkan hasil kajian yang dilakukan Universitas Andi Djemma Palopo dan Dinas Pertanian Luwu Utara, dapat dikatakan telah mengalami kepunahan.
 

Penulis : Redaksi

Editor : Herlin Sadid

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA